NOVEL DUNIA WAYANG
BUKU WAYANG
Home Dunia Wayang
Home Pitoyo Dotcom
Yang Baru di Dunia Wayang
Tentang Dunia Wayang
Sponsored Link




Kunjungi profil saya



Meet me on Facebook













Login
Nickname:
Password:
  Registrasi?
 
BISMA DEWABRATA
PERJALANAN SUNYI BISMA DEWABRATA

PERJALANAN SUNYI BISMA DEWABRATA


KLIK DI SINI untuk menyimak nukilan beberapa bab dalam buku ini di Googlebooks.

Buku dalam format Ebook Acrobat PDF

 

Judul Buku : Perjalanan Sunyi Bisma Dewabrata

Format : EbookNovel Acrobat PDF

Penulis : Pitoyo Amrih

Penerbit : Pitoyo Ebook Publishing

Tebal Halaman : 510 halaman

Lebar Halaman : 8.5 x 11 in

 

ISBN : 978-979-17910-0-7



Pendistribusian Ebook ini hanya dilakukan melalui Pitoyo Dotcom Webstore . Setiap Ebook akan diberi identitas eksklusif untuk menjamin pendistribusiannya.
Pembeli produk Ebook dari Pitoyo Dotcom Webstore akan mendapat jaminan produk seumur hidup. File ebook rusak atau hilang akan dikirim lagi secara cuma-cuma.
Pendistribusian Ebook dilakukan melalui e-mail. Perhatikan ejaan alamat e-mail secara benar saat pemesanan.

KLIK DISINI untuk pemesanan Ebook.


 

Ketika tahta Hastinapura yang menjadi haknya, dilepaskannya.

Ketika dia bersumpah untuk tidak akan pernah menikah, agar tak ada keturunannya yang menuntut tahta Hastinapura.

Apalagi tujuan hidup yang tersisa, yang menjadi semangat hari demi hari menjalani hidupnya yang begitu lama.

Cerita tentang pengabdian Bisma Dewabarata yang menjadi cermin kehidupan kita.

 

Simak penggalan kisah itu...


....Perlahan Jahnawi meletakkan sang bayi di atas batu besar itu. Tak lama kemudian berdiri. Wajah Santanu tampak tegang, seperti semakin khawatir atas apa yang akan dilakukan istrinya.

 

“..saatnya aku harus pergi kakang…, terima kasih telah menemaniku menjalani semua ini,.. asuh baik-baik anak kita…” sejenak Jahnawi berhenti menarik nafas, “..aku menamainya Dewabrata…”

 

Belum juga Santanu sempat membuka mulut dan melangkah maju, tiba-tiba dari posisinya berdiri, Dewi Jahnawi melompat dengan posisi terlentang menuju ke arah derasnya sungai Gangga. Hanya dalam sekejap tubuh Jahnawi sudah tak lagi nampak tertelan ganasnya aliran sungai itu.

 

Santanu yang semula terbengong kali ini terlihat badannya gemetar dan terjatuh pada posisi berlutut. Dia seperti tak kuasa lagi menahan keterkejutannya atas apa yang baru saja dialaminya. Sementara sang bayi yang bernama Dewabrata itu tak henti-hentinya menangis keras. Sekuat tenaga Santanu setengah merangkak mendekati sang bayi. Derasnya air sungai itu terasa semakin mengerikan bagi mata dan telinga Santanu. Dengan cepat ditariknya selimut sang bayi, dan didekapnya erat-erat Dewabrata. Gemetar tubuh Santanu terlihat jelas sambil memeluk Dewabrata yang tak henti-hentinya menangis.


 

Atau ketika kisah melegenda itu kembali terkuak,.. tewasnya Dewi Amba dari tangan Bisma..!


....Dalam kegugupan yang tampak semakin hebat, Dewabrata serta merta begitu cepat tangan kirinya menghunus busur panah, hampir bersamaan tangan kanannya meraih satu anak panah, dan dengan gerakan yang begitu cepat dia menarik busur dengan anak panah mengarah ke Amba. “..pulanglah, nimas..” kali ini Dewabrata berkata setengah berteriak parau.

 

Tapi itu tak membuat Amba undur, dengan masih memegang terompah Dewabrata di tangan kanannya, Amba kembali merangsek ke depan menyongsong anak panah. Ah! Membuat Dewabrata semakin gugup tak tahu harus berbuat apa. Dan sekejab kemudian, tangan kiri Amba justru meraih ujung anak panah pada busur yang terentang itu. Membuat Dewabrata panik dan tanpa sengaja melepaskan pegangan pangkal anak panah di tangan kanannya. Seketika itu anak panah meluncur deras merobek telapak tangan kiri Amba, dan menghujam keras tepat ke dada Amba. Begitu kerasnya, sampai Amba terlempar ke belakang, anak panah itu sampai menembus punggung, menghujamkan tubuh Amba begitu keras ke tanah. Dan tak lagi bergerak, seketika itu Dewi Amba tewas! Kejadian diluar dugaan yang begitu cepat! Begitu cepat sehingga tak sempat terdengar jerit dari mulut Amba....


 

KLIK DISINI untuk pemesanan Ebook.

 



KLIK DI SINI untuk menyimak nukilan beberapa bab dalam buku ini di Googlebooks.
bisma dewabrata